Pasuruan 'Kota Santri'

          Menurut Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia memiliki 17.024 ribu pulau dengan lebih dari 1.300 suku. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan bahasa, agama, hingga budaya yang dimana setiap unsur dari kekayaan tersebut menunjukkan ciri khas yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Salah satu indikator yang melekat dan diidentikkan dengan Indonesia adalah mayoritas masyarakat yang beragama muslim. Menurut World Population Review bahwa Indonesia merupakan negara pertama dengan penduduk muslim paling banyak yakni mencapai 277.534.122 orang pada tahun 2023, maka tidak heran bahwa norma dan etika sangat dijunjung tinggi dalam hidup bermasyarakat terutama dalam hal 'bertoleransi' terhadap agama dan budaya. 

          Salah satu daerah yang dijuluki sebagai 'Kota Santri' adalah Kota Pasuruan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, daerah tersebut dijuluki Kota Santri karena menerapkan pendidikan Islam yang kuat serta Kota Pasuruan memiliki beberapa Pondok Pesantren (Ponpes) diantaranya Ponpes Al-Yasini, Ponpes Ngalah, dan Pondok Pesantren Sidogiri yang merupakan Ponpes tertua di Pasuruan yang sudah dibangun sejak tahun 1745. Selain itu disini juga terdapat makam ulama besar Islam seperti makam KH Abdul Hamid yang berada tidak jauh dari Masjid Jami Al-Anwar, makam Sayyid Hasan Sanusi yang terletak di Jalan Slagah, makam Mbah Semendi yang terletak di Kecamatan Winongan, makam Mbah Syakaruddin yang terletak di Kecamatan Gondangwetan, dan Makam Sayyid Arif Abdurrahman yang terletak di Kecamatan Rejoso. 

        Adanya makam tokoh-tokoh besar ulama yang ada di Pasuruan menjadikan Kota Pasuruan juga menjadi tujuan wisata religi bagi masyarakat lokal hingga nasional, biasanya wisatawan banyak yang berkunjung ke Makam KH Abdul Hamid yang terletak di belakang Masjid Jami. Lokasi makam tersebut terletak di pusat Kota Pasuruan yakni di Alun-Alun Kota Pasuruan, sehingga tidak langsung makan ulama tersebut juga menjadi ikon wisata religi yang ada di Pasuruan. 

Sumber: www.rri.co.id
           
        Pada tahun 2023 Wali Kota Pasuruan memanfaatkan potensi wisata religi yang ada di dekat Alun-Alun Kota Pasuruan menjadi masjid yang memiliki replika 6 payung gagah seperti di Madinah. Hal ini menambah kesan religi dan menjadi daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Kota Pasuruan. Hal ini jelas menambah kesan dan pesona Kota Pasuruan sebagai tempat religi yang patut dikunjungi oleh masyarakat.

Nurdzakya Maesaroh Santosa
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Malang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CENTER OF EXCELLENT (COE) PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN

TREND GEN-Z DALAM AFFILIATE ONLINE SHOP